CekKLIK Sebelum Belanja, Kuncian jadi Konsumen Cerdas


Assalamu'alaikum!
Dalam seminggu, baik weekdays maupun weekend, melipir ke supermarket maupun minimarket sudah jadi agenda wajib saya sebagai tukang nyemil dan bikin bekal sehari-hari untuk ke kantor. Selama tanggal kadaluwarsanya masih lama dan ada logo halalnya, langsung aja bawa ke kasir. Sesimple itu? Oh ternyata tidak, sistur! Kecele dikit, hati-hati bisa keracunan karena nggak teliti saat belanja (or worse, jadi beruang. YHA KALIK SIS!). Tapi jangan kuatir, setelah datang ke blogger gathering bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM RI) di Avenue of the Stars Lippo Mall Kemang Sabtu (7/9) lalu, saya dapet pemaparan lebih detail tentang betapa pentingnya menjadi konsumen cerdas saat belanja.

Waktu dateng ke blogger gathering yang lokasinya searah dengan kantor ini, selain menjalin silaturrahmi dengan teman-teman blogger dan nyetok foto mainan (tetep), ilmu yang didapet berasal dari narasumber yang bukan main. Bayangin aja, dalam satu talkshow yang bertajuk "Ayo Cek KLIK, Pilih Obat dan Makanan Aman", semua stakeholder dari berbagai kalangan kumpul. Mulai dari Ibu Penny Lukito, Kepala BPOM RI, Bapak Tulus Abadi, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Bapak Ojak S Manurung, SE, M, Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan, Bapak Faturrahman, Wakil Ketua Umum DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), dan nggak ketinggalan Ussy Sulistiawaty, selebriti sekaligus womanpreneur. Dipandu oleh Ananda Omesh, acara 2,5 jam nggak terasa membosankan.

Ngomong-ngomong, sadar nggak sih penjualan online yang makin merajalela dan sulit diatur kayak rambutnya Merida bikin masyarakat Indonesia makin konsumtif? Tiap ada produk baru, bawaannya pengen cobain, apalagi kalo lagi banjir promo. Dan parahnya, transaksi online paling rawan lolos dari pengawasan BPOM, bahkan tanggal kadaluwarsa bisa diganti. Nah, makanya sebagai 'punggawa', menurut ibu Penny BPOM terus berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas melalui kampanye Cek KLIK: Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar dan Cek Kadaluwarsa yang berlangsung di lima kota: Jakarta, Surabaya, Palembang, Manado dan Balikpapan. Supaya 'kuncian' Cek KLIK makin terasa mudah dan tepat guna, konsumen bisa scan 2D barcode dengan aplikasi BPOM Mobile, lho. Nanti saya ceritain di bawah cara kerjanya dan sekilas fitur-fiturnya ya.  

Kalau BPOM lebih banyak berperan dalam mengedukasi masyarakat dengan Cek KLIK, menurut bapak Ojak peran pemerintah dan pengusaha ritel terdiri dari tiga sisi, yaitu sebagai regulator, eksekutor yang melakukan pengawasan terhadap tiap pelaku usaha, serta fasilitator agar masyarakat juga dapat mengetahui persyaratan di balik produk yang akan dibeli dan dikonsumsi. Makanya, CekKLIK tidak hanya bertujuan mencerdaskan konsumen, tetapi juga menjadi acuan agar para pelaku usaha lebih giat menyediakan produk yang lebih layak jual sehingga persaingan usaha juga lebih sehat tanpa melanggar regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sedangkan menurut Bapak Tulus, perlu diingat bahwa hak-hak konsumen sudah tercatat secara resmi dalam UUD no.8 pasal 99 dimana konsumen berhak untuk mendapat kenyamanan, keamanan dan keselamatan. Akan tetapi jangan lupa, konsumen juga wajib membaca label sebelum menggunakan produk dengan melakukan tiga tahap: pra transaksi (cek harga, pilihan, info utuh seperti nilai gizi), selama transaksi (cek label dan tanggal kadaluwarsa) dan pasca transaksi. Sejalan banget kan dengan kampanye CekKLIK ini?

Agar sanggup menghadapi tantangan, pemerintah juga bersinergi dengan YLKI dengan melakukan lima fase, yaitu: tingkat kesadaran, tingkat pemahaman, kritis memperjuangkan hak konsumen, dan nasionalisme tinggi saat berinteraksi dengan pasar global (Indonesia masih di tahap kedua nih btw!). Selaras dengan lima fase sinergi tersebut, dengan adanya CekKLIK diharapkan dapat meningkatkan daya masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas, terutama saat berbelanja.
Photo credits: Yusep Hendarsyah

Oh iya, aplikasi BPOM Mobile nggak hanya bisa memindai barcode 2D yang tertera pada obat, makanan dan kosmetik lho (dan menjabarkan detail-detail seperti Izin Edar, kode produksi, produsen sampai tanggal kadaluwarsa), tetapi juga menerima info-info terbaru dari BPOM dan melakukan pengaduan apabila menemukan produk yang dicurigai ilegal. Kalo begini ceritanya, sinergi antara konsumen, produsen, YLKI, BPOM dan pemerintah makin kompak nih! Makanya, sejak download aplikasi BPOM Mobile saya jadi suka iseng cek apakah produk-produk yang dibeli sudah lolos BPOM, hehe. 

Semoga informasinya bermanfaat ya!
Regards, Ratri


1 komentar:

Komentar boleh, nyampah gak jelas jangan ya :D